Kawasan Taman Ismail Marzuki kini menghadirkan Paviliun Raden Saleh, sebuah hotel yang memadukan konsep penginapan dengan ekosistem kesenian Jakarta. Kehadirannya menandai berakhirnya masa absen fasilitas akomodasi di kawasan budaya tersebut selama tiga dekade terakhir. Hotel ini tidak hanya menawarkan tempat beristirahat, tetapi juga berfungsi sebagai ruang kolaborasi bagi para pelaku seni.
Poin-Poin Utama:
- Resmi Beroperasi: Paviliun Raden Saleh (PRS), ARTOTEL Curated, resmi dibuka pada 20 April 2026, berlokasi di lantai 8–12 Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki (TIM).
- Pameran Perdana: Pembukaan hotel disertai dengan pameran arsip bertajuk “Raden Saleh & Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan” yang terbuka untuk umum di Selasar Nashar.
- Signifikansi Nama: Nama “Raden Saleh” diusulkan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk menghormati maestro lukis Indonesia sekaligus pemilik awal lahan di kawasan Cikini tersebut.
- Fungsi Strategis: Hotel ini dirancang sebagai wisma seni untuk mendukung kebutuhan pelaku seni dari luar Jakarta serta menjadi ruang pertemuan lintas gagasan budaya.
- Desain dan Arsitektur: Bangunan ini merupakan karya arsitek Andra Matin dengan tema “Cultural Symphony, Artistic Hospitality” yang menggabungkan estetika modern-minimalis dengan atmosfer budaya.
- Fasilitas Kamar: Tersedia 139 kamar yang terbagi dalam enam tipe, mulai dari tipe Superior Bunk Bed hingga Executive Suites.
- Fasilitas Penunjang: Dilengkapi dengan Shastra All Day Dining, kolam renang, ruang pertemuan, dan galeri seni yang terintegrasi dengan agenda kegiatan di TIM.
- Penawaran Khusus: Dalam masa pembukaan, tersedia harga promo kamar mulai dari Rp630.000 per malam bagi para tamu.
Selengkapnya di Xpose Indonesia