Grand Hotel De Djokja resmi memulai operasional soft opening pada 16 Maret 2026. Hotel bintang lima ini hadir kembali dengan filosofi kemewahan abadi yang berakar pada warisan sejarah. Transformasi ini menjadi tonggak penting dalam melestarikan nilai budaya Yogyakarta di kancah internasional.
Poin-Poin Penting
- Transformasi Identitas: Hotel yang sebelumnya dikenal sebagai Grand Inna Malioboro kini resmi berganti nama menjadi Grand Hotel De Djokja guna menghidupkan kembali identitas sejarah aslinya.
- Sejarah Panjang: Didirikan pada tahun 1911 oleh arsitek Belanda, gedung ini telah menjadi saksi bisu perjalanan bangsa dan mengalami berbagai perubahan nama, mulai dari Hotel Asahi hingga Hotel Garuda.
- Konsep Pelayanan: Mengusung tema “Heritage Legacy, Timeless Luxury”, hotel ini memadukan keanggunan arsitektur kolonial Eropa dengan estetika budaya Jawa yang kental.
- Situs Sejarah Perjuangan: Hotel ini mengabadikan jejak perjuangan Jenderal Sudirman melalui penyediaan unit khusus, yakni Sudirman Suite dan ruang kantor elegan yang sarat nilai historis.
- Manajemen Strategis: Proses revitalisasi berada di bawah naungan InJourney Hospitality (PT Hotel Indonesia Natour) sebagai bagian dari komitmen BUMN dalam memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan.
- Target Pasar: Revitalisasi ini bertujuan memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi warisan budaya kelas dunia sekaligus memenuhi kebutuhan industri hospiatiltas modern.
- Penawaran Khusus: Dalam rangka soft opening, tersedia tarif kamar spesial sebesar Rp1.911.000 net per malam, angka yang melambangkan tahun pendirian hotel tersebut.
Selengkapnya di Indoaviation